Kamis, 25 Februari 2010

MENJALANKAN USAHA KECIL

Menurut Undang-undang No.9 tahun 1995, Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan ketentuan :

1. memiliki kekayaan paling banyak Rp. 200.000.000, belum termasuk tanah dan bangunan

2. Hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000

3. Milik warga Negara Indonesia

4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasi atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar

5. Berbentuk badan usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum atau badan usaha yang berbadan hokum termasuk koperasi

A. Pengelolaan Fasilitas dan Bahan

Dua funsi pelayanan penting dalam kegiatan produksi adalah : pemeliharaan (maintenance) dan penanganan bahan(material Handling)

Salah satu maksud utama pemeliharaan adalah untuk memelihara reliabilitas system pengoperasian pada tingkat yang dapat diterima dan tetap memaksimalkan laba atau meminimalkan biaya.

Kegiatan pemeliharaan untuk memperbaiki reliabilitas system termasuk 2 kategori kebijakan pokok dapat dirinci sebagai berikut :

a. kebijakan yang cenderung untuk mengurangi frekuensi kerusakan sebagai berikut :

1. pemeliharaan preventif, termasuk pemeliharaan kondisional

2. Simplikasi operasi

3. Penggantian awal

4. perancangan reliabilitas ke dalam komponen system

5. instruksi yang tetpat kekpada para operator

b. kebijakan yang cenderung untuk mengurangi akibat kerusakan- kerusakan sebagai berikut :

1. percepatan pelaksanaan reparasi (meningkatkan jumlah tenaga operasi)

2. mempermudah tugas operasi (membuat modular peralatan)

3. penyediaan keluaran alternative selama waktu reparasi (peralatan cadangan)

Kebijakan pemeliharaan dapat di tempuh melalui

a. Pemeliharaan perbaikan (remedial)

b. Pemeliharaan preventif

c. Pemeliharaan kondisional

Pengelolaan bahan baku meliputi semua bahan untuk diproses yang terdiri atas

a. Bahan Baku untuk diproses

b. Bahan Baku setengah jadi ( olahan yang merupakan bagian dari produk

c. Bahan Baku pembantu untuk diproses

d. Bahan Baku pengemasan dan pengepakan

d. Bahan Baku lainnya untuk keperluan pabrik

untuk mempermudah pelaksanaan memngelola bahan bahan baku dan persediaan perlu di lakukan tehapan-tahapan yaitu :

a. membuat daftar jenis-jenis Bahan Baku dan barang-barang yang dibutuhkan untuk di proses

b. membuat jadwal tentang kapan perbekalan Bahan Baku itu dibutuhkan

c. mencari pembekalan Bahan Baku

d. melaksanakan pembelian Bahan Baku

e. menyimpan Bahan Baku dalam gudang

f. pemeriksaan tersedianya Bahan Baku secara teratur, tertib dan biaya penyimpanannya

Persediaan berguna untuk

1. menghilangkan risiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan yang diperlukan perusahaan

2. menghilangkan resiko adanya materi yang berkualitas tidak baik sehingga harus dikembalikan

3. mengantisipasi bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga produksi dapat terus berlangsung walaupun barang itu tidak ada dipasaran

4. mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran arus produksi

Mencapai tingkat penggunaan mesin secara optimal

5. member pelayanan kepada pelanggan

Secara umum alas an perlukan memiliki persediaan :

1. untuk menyeimbangkan biaya pemesenana atau persiapan dan biaya penyimpanan

2. untuk memenuhi permintaan pelanggan, misalnya menepatintanggal pengiriman

3. untuk menghindari penutupan fasilitas manufaktur akibat ;

Kerusakan mesin

Kerusakan komponen

Tidak tersedinya komponen

Pengiriman komponen yang terlambat

4. mencegah proses produksi yang tidak dapat diandalkan

5. untuk memanfaatkan diskon

6. untuk menhadapi kenaikan harga pada masa yang akan dating

Jenis-Jenis Persediaan

1. Bacth Stock / Lot Size Inventory

Adalah persediaan yang diadakan karena perusahaan membeli atau membuat barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu

Keuntungan :

a. Potongan harga pada harga pembelian

b. efisien produksi

c. penghematan produksi

2. Fluctuantion stock

Adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan

3. Antisipation Stock

Adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fliktuasi permintaan yang diramalkan. Peramalan didasarkan pada pola musiman yang berlangsung dalam satu tahun. Persediaan ini juga penting untuk menghadapi penjualan atau permintaan yang meningkat

4. Safety Stock

Adalah persediaan tambahan yang diadakan untuk menjaga krmungkinan terjadinya kekurangan bahan (stock out). Ada beberapa factor yang menentukan bearnya persediaan pengaman yaitu

a. penggunaan bahan baku rata-rata

b. factor waktu

c. biaya-biaya yang digunakan

Jusnis-jenis persediaan fisik

1. persediaan Bahan Baku yaitu persediaan barang-barang berwujud seperti besi, kayu serta komponen lain yang digunakan dalam proses produksi

2. Persediaan bagian produk/komponen yang dibeli yaitu persediaan barang-barang yang terdiri atas komponen yang diperoleh perusahaan lain. Komponen tersebut dapat langsung dirakit menjadi suatu produk

3. persediaan bahan-bahan pembantu/penolong (suppies)yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi tetapi bukan merupakan bagian dari barang jadi

4. persediaan barang-barang setengah jadi / barang dalam proses (working Proses) persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk tetapi masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi

5. persediaan barang jadi (finished good) yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan

Material Requirement Planning (MRP)

Material Requirement Planning (Perencanaan kebutuhan material) adalah suatu system perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material untuk keperluan produksi yang melalui beberapa tahap.

Degan kata lain kegiatan ini suatu rencana produksi yang menentukan kapan dan berapa banyak bahan mentah yang perlu dipesan untuk membuat suatu produk

1. Sasaran MRP

a. pengurangan jumlah persediaan

b. pengurangan produksi dan tenggang waktu pengiriman

c. komitmen yang realistis

d. meningkatkan efisiensi

Komponen MRP

a. persediaan ( Inventori record file). Data ini menjadi landasan pembuatan MRP karena memberikan informasi informasi tentang jumlah persediaan bahan baku dan barang jadi yang aman. Data persedian juga memberikan keterangan lain seperti kapan kiriman barnag datang, berapa lama jangka waktu pengiriman barang (lead time) serta jumlah kelipatan pesanan barang (lost size)

b. Jadwal produksi (master production schedule) jadwal produksi diperlukan wirausaha untuk mengetahui jadwal produksi setiap barnag, kapan barang tersebut diperlukan serta berapa jumlah barang dibutuhkan. Tidak heran jadwal produksi juga digunakan sebagai landasan menyusun MRP

c. Bil Of Material File. Wirausaha memerlukan ini untuk mengetahui susunan barang yang akan diproduksi bahan , bahan yang diperlukan serta cara mendapatkan bahan tersebut. Bisa jadi bahan tersebut doibeli dari pemasok , bisa jadi bahan tersebut dibuat dari bahan dasar lain. Dengan mengetahui semua hal tadi wirausaha mendapatkan gambaran jelas mengenai pemesanan bahan baku produksi tetap berjalan lancer

Menentukan Jumlah Pesanan

Singgle – Period Model (SPM)

Model SPM digunakan untuk menangani pemesan barang-barang yang mudah rusak seperti buah segar ,sayur, ikan, bunga potong atau produk lain yang memiliki masa pakai relative pendek seperti majalah.

Apabila barang tersebut tidak laku dijual atau tidak dipakai, kadang-kadang barang dijual dengan harga miring (obral) .

Model SPM juga dapat digunakan untuk menentukan biaya berkaitan dengan barang-barang yang sidah kadaluarsa.

Kita juga dapat memasukan Single Period Category untuk mesin tertentu

Analisis SPM umumnya difokuskan pada 2 biaya :

1. Kehilangan penjualan

2.Biaya akses

Kehilangan penjualan termasuk biaya akibat kehilangan pemnbelian atau opportunities cost. Pada umumnya kehilangan penjualan adalah Laba yang tidak realistis perunitnya

C shortage (CS) = pendapatan perunit – cost perunit

Biaya Akses adalah biaya yang timbul akibat adanya barang yang tersisa dalam stok pada suatu periode. Biaya akses sangat berbeda dengan biaya pembelian dan nilai salvage

C ekses (CE) = Biaya asli per unit – nilai salvage perunit

Menghitung Persediaan OPTIMUM (SO)

Tingkat palayanan (SL) adalah kemungkinan bahwa permintaan tidak akan melebihi tingkat persediaan

SL menjadi kunci menentukan tingkat Persediaan Optimum (SO)

Tingkat Pelayanan (SL) =

Text Box:      CS  CS  +  CE

SO = permintaan minimum + (SL x (permintaan maksimum – perimintaan minimum))

RESIKO KEHABISAN STOK = 1,00 - SL

Bila permintaan aktual lebih besar dari SO, maka ada kekurangan persediaan

Bila Permintaan aktual kurang dari SO maka ada Biaya ekses yang timbul pada ditribusi

Bila CE=CS maka persedian Optimal

Contoh

Sebuah toko minuman mempunyai Permintaaan Sirup ABC bervariasi antara 300 liter sampai 500 liter perminggu , took minuman tersebut membayar Rp.20 per liter dan menjualnya Rp. 80 per liter.

Sirup tersebut tidak habis terjual dan tidak memiliki Salvage value (Rp. 0) dan tidak dapat dijual kembali minggu depan akibat expired. Maka Persrdiaan Optimumnya :

CE = biaya perunut – salvage perunit

= Ro. 20 – Rp. 0

= Rp. 20

CS = Pendapatan perunit –biaya per unit

= Rp. 80 – Rp. 20

= Rp. 60

SL = Text Box:      CS  CS  +  CE= Text Box:      60  60  +  20= 0,75

Dengan demikian tingkat persediaan harus sesuai dengan permintaan 75 % dari waktu

SO =permintaan minimum + SL (Pmx-Pmn)

= 300 liter + 0,75 (500 liter – 300 liter)

= 400 liter

Resiko kehabisan Stok = 1 – SL

= 1 – 0,75

= 0,25 (25 %)

Biaya Persediaan

Faktor yang mempengaruhi Harga Pokok Persediaan Bahan Baku

1. Biaya penyimpanan (holding Cost satau carryng cost)

Terdiri atas biaya-biaya yang berkaitan secara langsung dengan kuantitas persediaan

Biaya yang termasuk biaya penyimpanan :

a. biaya fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan dan pendingin ruangan

b. biaya modal yaitu altenatif pendapatan atas dana yang diinvestasikan dalam persediaan

c. biaya keusangan

d. biaya perhitungan fisik

e. biaya asuransi persediaan

f. biaya pencurian, perusakan atau perampokan

g. biaya penanganan persediaan

h. Biaya penanganan persediaan

bila biaya penyimpana itu tetap maka tidak dimasukan dalam dalam biaya peyimpanan per unit

Biaya penyimpanan biasanya 12 – 40 % dari biaya atau Harga Barang

2. Biaya Pemesanan (ordering Cost atau Procurement Cost) yaitu biaya yang berhubungan dengan pemesanan dan pengadaan bahan

Biaya ini dikelompokan menjadi 2 yaitu biaya pemesanan tetap dan biaya pemesanan variable

Biaya ini sebagai berikut :

a. pemprosesan pesanan

b. biaya upah

c. biaya telpon

d. pengeluaran surat menyurat

e. biaya pengepakan dan penimbangan

f. biaya pemeriksaan penerimaan

g. biaya pengiriman

h. biaya utang lancer

3. Biaya Penyiapan

4. Biaya Kehabisan atau Kekurangan bahan yaitu biaya yang timbul bila persediaan tidak mencukupi permintaan bahan

B. Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Pengelolaan tenaga kerja adalah upaya meningkatkan kontribusi produktif tenaga kerja terhadap perusahaan yang dilakukan dengan berpegang pada prinsip ketenagakerjaan dan melaksanakan administrasi serta fungsi operasional

Tugas utama pengelola tenaga kerja

1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja

2. Pengembangan dan evaluasi karyawan

3. Member kompensasi dan proteksi pada pegawai

Di Indonesia tenaga kerja meliputi

a. Buruh : bekerja perorangan, imbalan secara harian maupun borongan sesuai kesepakatan. Imbalan biasanya disebut Upah

b. Karyawan : Bekerja pada suatu perusahaan milik swasta maupun pemerintah. Imbalan sesuai peraturan perundanag-undangan. Imbalan disebut Upah atau Gaji, diberikan secara mingguan atau bulanan

c. Pegawai adalah Pegawai Negeri sesuai perundang-undangan , bekerja dilembaga pemerintahan, Imbalan disebut gaji diberikan secara bulanan

Tujaun pengelolaan tenaga kerja

Pengelolaan tenaga kerja bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sumbangan produknya bagi perusahaan. Kontibusi dimaksud adalah :

a. meningkatkan komitmen yaitu kesetiaan dan ketaatan kepada perusahaan

b. menghasilkan tenaga kerja yang berproduktivitas tinggi

c. meningkatkan kompetensi yaitu motivasi, kepercayaan diri pengetahuan dan keterampilan

d. mewujudkan iklim kerja yang kondusif

Prinsip Pengelolaan tenaga kerja

untuk mencapai tujuan maka ada prinsip pengelolaan tenaga kerja

1. tenaga kerja dikelola sebagai biaya tetapi sebagai asset

2. tenaga kerja dikelola sebagai individu yang memiliki integritas dan keinginan untuk berbakti pada perusahaan dan masyarakat

3. tenaga kerja dikelola dengan orientasi pada pencapaian hasil yang dapat dipertanggung jawabkan

4. tenaga kerja dikelola dalam rangka meningkatkan kompetensi dan komitmen

5. tenaga kerja dikelola dengan focus peningkatan kerja sama sebagai suatu tim kerja

6. Tenaga kerja dikelola dalam rangka penciptaan dan peningkatan jaringan kerja

7. Tenaga kerja dikelola dalam rangka memacu terciptanya innovator-inovator yang mampu memberikan nilai tambah bagi kemajuan perusahaan

Fungsi administrasi ketenaga kerjaan

Fungsi administrasi merupakan serangkaian kegiatan dalam pengelolaan tenaga kerja yang sejalan dengan system administrasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia

a.Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K 3)

Tujuan dan sasaran manajemen K3 adalah menciptakan system keselamatan dan kesatuan kerja ditempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen , tenaga kreja kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif

b. Penyelenggaraan kesehatan tenaga kerja

Perusahaan yang bermaksud ,emyelenggarakan tenaga kerja dapat melakukan cara sebagi berikut

1. Menyediakan sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas pelaksanaan pelayanan kesehatan (PPK)

2. Bekerja sama dengan badan yang menyelenggarakan pemeliharaan kesehatan

3. secara bersama sama dengan perusahaan lain menyelenggarakan suatu pelayanan kesehatan

Ketiga cara itu dapat dilaksanakan bila memenuhi criteria :

1. Liputan pelayanan kesehatan yang diberikan sekurang-kurangnya harus dapat memenuhi criteria tentang kepersertaan dan paket pelayanan kesehatan

2. Pelaksana pelayanan kesehatan yang dituju harus memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku

3. Pelaksanaan Pelayanan kesehatan harus mudah dijangkau tenaga kerja dan keluarganya

c. Pendirian Organisasi Pekerja dan Hubungan Industrial

d. Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan

e. Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)

Fungsi Operasi Pengelolaan Tenaga Kerja

Fungsi Operasi merupakan cara pengelolaan tenaga kerja yang mewujudkan dalam serangkaian aktivitas atau tindakan-tindakan tertentu. Fungsi operasional pengelolaan tenaga kerja meliputi pengembangan kompensasi integritas pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja

a. analisis pekerjaan atau jabatan

b. perekrutan tenaga kerja

c. seleksi tenaga kerja

d. Penempatan, Induksi dan orientasi tenga kerja

e. Kompensasi Tenaga kerja

f. Penilaian Kinerja

g. Pelatihan dan pengembangan tenaga kerja

h. Pemutusan Hubungan kerja

C. Pengelolaan Proses Produksi

Perencanaan produk dan perencanaan produksi

Sebelum seorang wirausaha melakukan kegiatan atau proses produksi terlebih dahulu harus membuat rencana produk dan rencana produksinya

Proses pengambilan keputusan pengendalian produksi

a. Membuat produk apa yang dibuat

1. Market full yaitu memproduksi dan menjual produk atas dasar pertimbangan “membuat apa yang akan dijual”. Cara ini membuat produk yang berdasarkan permintaan pasar, atau “memenuhi kebutuhan masyarakat”

2. Technology-Push yaitu memproduksi dan menjual produk atas dasar pertimbangan “menjual apa yang dapat di buat”. Cara ini membuat barang berdasarkan teknologi yang dimiliki dan dikuasai atau “ menciptakan Kebutuhan Mayarakat”

b. Aspek Volume Produk

1. Teknik NonStatistik atau teknik pertimbangan

Yaitu penentuan volume atau jumlah produk yang harus dibuat dan dijual yang didasarkan atas pendapatan/pertimbangan seseorang atau sekelompok orang baik dari manajemen perusahaan maupun diluar perusahaan

a. Pertimbangan tenaga penjual

b. pertimbangan eksekutif

c. pertimbangan tenaga ahli

2. Teknik statistic atau teknik analisis kuantitatif

Yaitu penentuan volume produksi berdasarkan analisis kuantitatif terhadap data-data masa lalu dan proyeksi masa yang akan datang dengan menggunakan rumus-rumus statistic tertentu

c. Aspek Kombinasi Produk

Merupakan aspek yang berhubungan dengan jumlah jenis produk yang Akan di produksi

Proses Perencanaan Produksi

Pertimbangan perencanaan produksi ;

1. Jumlah Kebutuhan produksi per produk selama periode tertentu

2. Kebijakan persediaan terhadap jumlah persediaan bahan baku/ penolong, bahan setengan jadi dan barang jadi

3. kebijakan kapasitas mesin atau kapasitas produksi

4. tersedianya fasilitas produksi seandainya terjadi penambahan atau pengurangan kapasitas produk

5. Tersedianya bahan baku , bahan penolong, serta tenaga kerja

6. Jadwal produksi yang ekonomis

7. Jadwal produksi dalam satu periode anggran tertentu

8. Skala produksi dan karakteristik proses produksi

9. Dampak dari lamanya proses produksi

a. Langkah-langkah perencanaan produksi

1. Penelitian dan Pengembangan Produk

1.a. Penelitian proses produksi

1.b. Penelitian Produk

2. Mencari Gagasan dan seleksi produk

3. Desain Produk pendahuluan

3.a. Penentuan bentuk serta fungsi produk baru

3.b. Pemilihan bahan yang akan digunakan dengan mempertimbangkan ; kebutuhan jneis, harga dari bahan yang akan digunakan, biaya pemproseskan bahan

3.c. Kesempatan Diversifikasi yaitu peluang untuk menambah atau memperbanyak jenis produk

3.d. Pengujian

3.e. Disain akhir

4. Menetapkan skala produksi

b. Menetapkan Skala Produksi

1. Penetapan waktu : yaitu kapan kegiatan proses produksi akan dilakukan

2. Penetapan kuantitas produk yaitu jumlah (volume) produk yang akan dihasilkan

3. Menghitung keperluan biaya yaitu jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membuat produk

4. Penetapan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan

5. Penetapan peralatan apa saja yang akan digunakan

6. Penetapan bahan baku yang optimal yang sesuai dengan kebutuhan

1. Sifat proses produksi

a. Produksi atas dasar pesanan (job order)

cirinya :

1, Produk Tidak dijual bebas

2, Perusahaan tidak perlu mengadakan persediaan

b. Produksi Massa yaitu produksi berdasarkan keputusan perusahaan

Cirinya :

1. Produk dihasilkan dalam jumlah besar

2. Tujuan produksi adalah untuk menguasai pasar

3. Produk dijual di pasar bebas

4. Variasi produk kecil

5, Harus ada persediaan untuk memenuhi permintaan pada masa tunggu

2. Jenis dan Mutu produk akan diproduksi

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :

a, Sifat Produk

b, Kegunaan Produk

c, Pembiayaan

d. Sifat permintaan

3. Pola Produksi

a, Pola produksi konstan

Yaitu distribusi produk dari tahunan ke bulanan yang relative sama (konstan) setiap bulannya.

b, Pola Produksi bergelombang

yaitu distribusi produk tahunan kebulanan dengan jumlah produksi dari bulan ke bulan tidak sama besar tergantung besar kecinya penjualan

c. Pola Produksi Moderat

yaitu distribusi produk tahunan ke bulanan dengan jumlah produksi dan persediaan yang berubah-ubah tergantung naik turunnya penjualan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar